Kamis, 01 November 2012

Tidak Terakreditasi, Mahasiswa Ultimatum Pengelola STIMIK Bina Bangsa

Bireuen- Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (BEM STIMIK) Bina Bangsa Kelas Bireuen, mengultimatum pihak pengelola kampus swasta tersebut, agar segera menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi oleh mahasiswa selama ini, seperti tidak terdaftarnya mahasiswa di esbed Dikti, akreditasi kampus yang tidak jelas serta pelayanan harus diperbaiki.
Mahasiswa memberi tempo kepada pihak kampus untuk menyelesaikan semua itu, selambat-lambatnya hingga 31 Januari 2013. Tenggat waktu tersebut sesuai dengan komitmen yang ditandatangani sendiri oleh pihak yayasan dihadapan mahasiswa.
Sudirman, ketua BEM STIMIK Bina Bangsa kelas Bireuen, kepada The Globe Journal mengatakan, Rabu (31/10) persoalan tidak terdaftarnya mahasiswa di esbed Dikti merupakan persoalan lama yang tidak kunjung selesai. Demikian pula dengan tak kunjung adanya akreditasi kampus tempat mereka menuntut ilmu.
“Kita kecewa dengan pengelola kampus yang sejauh ini masih kurang serius menanggapi keluhan kami. Di esbed nama kami tidak ada. Kampus juga tak terakreditasi, ditambah pula pelayanan terhadap mahasiswa yang tidak karuan. Mahasiswa dilayani macam pengemis,” ujar Sudirman.
Menurut Sudirman, mahasiswa sudah mulai menjelaskan duduk persoalan tersebut kepada keluarga masisng-masing. Dari info yang berkembang, pihak keluarga mahasiswa akan ikut turut campur bila persoalan tersebut tidak kunjung selesai.
“Kami sudah mulai menceritakan duduk persoalan kepada keluarga masing-masing. Intinya pihak keluarga kami mendukung setiap langkah kami. Kalau pihak kampus tak secepatnya merespon, maka hal-hal yang tidak kita inginkan akan terjadi,” tambah Sudirman.
Masih dihari yang sama, sebanyak 200 mahasiswa STIMIk Bina Bangsa melakukan audiensi dengan pihak pengelola kampus di STIMIK di aula M.A Jangka Universitas Almuslim. Dalam audiensi tersebut, mahasiswa mempertanyakan tentang kejelasan status akreditasi STIMIK dan juga “pengelabuan” yang dilakukan oleh pihak kampus terkait mereka mendaftar di Universitas Almuslim, tapi kuliah di STIMIK Bina Bangsa.
Menanggapi mahasiswa, ketua STIMIK Bina Bangsa Taufik, ST.MT didampingi ketua yayasan yang juga Rektor Universitas Almuslim, DR. Amiruddin Idris, mengatakan, persoalan akreditasi kampus STIMIk masih dalam proses. Untuk segala kelengkapan administrasi, sudah diserahkan ke lembaga yang berwenang.
Untuk meyakinkan mahasiswa, Taufik ikut menunjukkan berkas tersebut kepada mahasiswa yang hadir dalam audiensi tersebut.
“Menyangkut proses akreditasi sedang saya proses dan bahkan saya sudah serahkan dokumen usulan tersebut kepada badan akreditasi nasional.  mudah-mudahan akhir Desember sudah keluar. Kalau di akhir Desember tidak juga keluar, saya yang akan tanggung jawab,” ujar Taufik.
Di depan mahasiswa, pihak STIMIK Bina Bangsa berjanji akan menyelesaikan persoalan tersebut selambat-lambatnya tiga bulan.

Sumber : http://theglobejournal.com/pendidikan/tidak-terakreditasi-mahasiswa-ultimatum-pengelola-stimik-bina-bangsa/index.php

0 komentar:

Poskan Komentar